Showing posts with label Usaha Kerajinan. Show all posts
Showing posts with label Usaha Kerajinan. Show all posts

Saturday, February 7, 2009

Meraup Untung di Hari Valentine, Bisa sampai 70% Bernilai Puluhan juta Rupiah

Valentine bisa jadi ladang mendulang untung bagi para pelaku usaha yang menyediakan pernak-pernik hadiah. Para pelaku usaha pernak-pernik tersebut dapat meraup untung hingga jutaan rupiah. Semanis apa usaha ini.?

Usaha pernak-pernik hadiah akan selalu ramai dikunjungi konsumen. Terlebih pada momen-momen istimewa,seperti Valentine yang dirayakan tiap bulan Februari. Banyak pelaku usaha berbenah diri dengan menghadirkan produk-produk terbaru dan unik. “Penting bagi pelaku usaha menghadirkan produk terbaru ketika Valentine datang” ungkap Reza, pemilik Reza Kado-kado.
Meski Valentine berasal dari kebudayaanEropa, namun di beberapa kota besar seolah telah menjadi tradisi bagi kalangan remaja. Alhasil banyak orang yang mencari pernak-pernik hadiah yang unik dan teranyar untuk diberikan kepada orang tersayang. Namun perkembangan usaha pernak-pernik untuk hadiah ini pun semakin inovatif dengan menghadirkan produk terbaru. “ Tahun 2008 tren hadiah Valentine lebih sederhana seperti boneka dan cokelat berbentuk hati, sekarang tahun 2009 trennya jauh lebih inovatif seperti boneka hati yang dilengkapi dengan sepasang kekasih atau cokelat dengan desain romantis dalam berbagai bentuk,” tutur Indrayani Saridewi, Pemilik galeri coklat.
Adalah Niken Indra Dharmayanti, pelaku usaha coklat yang telah mempersiapkan kreasi cokelat teranyar yang akan dijadikan trend Valentine mendatang. Dengan mengusung coklat berdesain siluet, Niken yakin usaha pembuatan coklat yang telah dilakoninya setahun silam itu akan mengalami peningkatan permintaan. Coklat yang dibuatnya terbilang baru dan belum ada sebelumnya. Coklat yang Niken buat berbentuk minicake atau cupcake, yakni bagian bawah cokelat terdiri dari cake dan atasnya dilapisi coklat beraneka bentuk seperti siluet pasangan dalam suasana romantis ataupun bentuk miniatur bunga serta cokelat kotak perhiasan berbentuk hati. Dengan demikian produk cokelat semakin bervariasi dan menawan hati.
Selain cokelat , produk boneka untuk hadiah valentine Valentine juga mengalani ternd yang signifikan. “Untuk Valentine tahin 2009 saya tidak hanya membuat boneka hati, tetapi saya akan hadirkan boneka sejoli” ungkap Donika Duki, pemilik Sheena handmade. Boneka yang dimaksud adalahboneka berpasangan yang memegang love bertuliskan kata-kata yang romantis. Kata-kata tersebut bisa dipesan sesuai keinginan konsumen.
Untuk melengkapi hadiah Valentine, Suardi, pemilik Digital Kartun punya kado yang berbeda. “ sertifikat Cinta” katanya. Dengan membuat sertifikat cinta yang berisi gambar sepasang kekasih dalam bentuk karikatur lucu yang dilengkapi dengan puisi-puisi cinta sehingga menimbulkan kesan lebih romantis. Yang membuat kartu ucapan ini berbeda adalah ukurannya yang tak lazim 20X30 cm. Sertifikat cinta tersebut biasanya digulung dan diikat dengan pita atau dibingkai sehingga lebih memberi kesan mendalam bagi sang penerima sertifikat cinta ini.
Dengan berbagai trik marlketing yang diberikan, diharapkan pelaku usaha pernak-pernik untuk hadiah Valentine ini mampu mendongkrak penjualan. Hal ini diakui Niken yang mengatakan bahwa momen Valentine bisa mendongkrak omzetnya hibgga 18 Juta dengan besar keuntungan 25-70% tergantung kreativitas yang ditawarkan.
Dari tiga usaha diatas yang paling menguntungkan adaalah usaha digital karikatur “sertifikat cinta” yang meraup untung hingga 70%. Sedangkan usaha cokelat disimpulkan paling prospektif lantaran bisa menghasilkan omzet yang paling besar.

Sumber: Peluang Usaha No 8 Thn 4
Baca semua..

Wednesday, January 28, 2009

Bisnis Produsen Boneka Busana Indonesia, Beromzet Rp 50 Juta/Bulan

Barbie ,identik dengan boneka berpakaian casual,pesta, hingga gaun yang mewah.Lain halnya dengan Siti Kasmirah, mantan karyawati toko mainan ini memproduksi busana adat Indonesia untuk boneka tersebut. Dengan brand Puteri,Mirah mampu menciptakan pasar baru usaha penjualan mainan tersebut. Ia mampu meraup omset hingga Rp 50 Jt/bulan.Bagaimana ceritanya?(klik "baca semua" dibawah asumsi pendapatan untuk cerita lengkapnya)

Lulus kuliah di Lampung Siti Kasmirah hijrah ke Jakarta dan membantu usaha saudaranya berjualan aneka minuman di pasar pagi Jakarta Pusat.Melihat penjualan boneka barbie baik asli maupun imitasi lumayan laris, ditambah keinginannya untuk berwirausaha daripada hanya jadi karyawan, timbul ide untuk menjual boneka. Namun ia tidak ingin menjual produk yang sama,ia menjual boneka dengan busana adat dari Indonesia.”Idenya Saya dapat dari toko buku Gramedia. Dan saya putuskan untuk menjual boneka berbusana adat Indonesia,” Katanya.
Berbekal ide tersebut di akhir tahun 2007, Mirah belajar pada rekannya, produsen boneka berpakaian casual di daerah Bekasi. Karena hobinya mendesain pakaian ditambah kekreatifan dirinya, dalam waktu singkat, ia bisa membuat berbagai macam pola busana adat Indonesia. Setelah itu ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan serius menekuni bisnis ini dengan nama Mirah Jaya. Ia mulai dengan modal 9 juta saja dan menyewa ruko seluas 5X5 m di Jl Petak Baru Blok AAG 1&2 Pasar Pagi Jakarta Pusat. Dari modal tersebut ia dapat menghasilkan 106 buah boneka. Debut usahanya tersebut disambut baik oleh pasar,sehingga ia kewalahan menerima pesanan dari berbagai toko mainan anak.
Menurut Ibu beranak satu ini bisnis in berprospek cerah, karena belum banyak pelaku usaha serupa. Mirah merasa produknya dapat bersaing dengan Barbie boneka produksi Amerika Serikat. Dibandingkan harga Barbie yang ratusan ribu rupiah, boneka Puteri hanya Rp 40 ribu Rupiah saja. Meskipun murah Mirah menggunakan boneka Barbie buatan Cina kualitas no satu(KW1). Dengan demikian pengecer bisa menjual boneka tersebut dengan kisaran harga Rp 50-100 Ribu rupiah/pcs. Boneka Barbie tanpa busana tersebut ia beli dengan harga 7 ribu rupiah di kawasan Bekasi Timur dengan minimum order 1.000 pcs.
Untuk memperkenalkan produknya, Mirah menjual boneka berbusana adat ke beberapa toko mainan di pasar pagi. Dari situlah boneka tersebut dikenal dan dipasarkan.Penjualanpun terus mengalir, terlebih Mirah Mencoba memasarkan via internet dengan alamat web www.bonekaputri.com


Asumsi Pendapatan Mirah Jaya per Bulan:

  1. Modal Awal (Tahun 2008)
    Rp 9.000.000
  • Bahan Baku Rp 4.240.000
  • Mesin Jahit 6 unit Rp 1.260.000
  • Sewa Tempat Rp 3.500.000
  1. Bahan Baku Rp 13.640.000
  • Boneka 1.260 buah@Rp 7 ribu Rp 8.820.000
  • Kaos katun 26kg @Rp 10 ribu/kg Rp 260.000
  • Bludru 26 kg @Rp 20 ribu /kg Rp 520.000
  • Batik 26 kg @Rp 20 ribu/kg Rp 260.000
  • Benang jahit 250 lusin Rp 2.000.000
  • Mote-mote 13 Gulung Rp 260.000
  • Kemasan plastik 1.260 unit Rp 1.260.000
  1. Biaya Operasional Rp 18.900.000
  • Sewa tempat Rp 3.500.000
  • 10 orang penjahit Rp 12.600.000
  • 1 orang SPG Rp 900.000
  • Listrik dan Telepon Rp 900.000
  • Transportasi Rp 1.000.000
  1. Omzet Rp 50.400.000
  2. Keuntungan Bersih (35% dr omzet) Rp 17.860.000

Info lebih lanjut dapat menghubungi

CV .MIRAH JAYA Komplek Kimia Farma II JL. Pil KB AG III/8 Duren Sawit-Jakarta Timur Telp (021) 8625145 Fax (021)8625146


Sumber : Peluang Usaha No03/thn IV Baca semua..